Kenangan selama kuliah di FKH UGM dari 1973 sampai 1979.
Ada 4 kenangan yang tidak pernah saya lupakan seumur hidup:
1. Kenangan dengan Prof drh. Djumantoro dosen Biokimia.
Suatu hari tahun berapa saya lupa, sehabis kuliah di Lantai 2 gedung
FKH Sekip saya bersama teman bergegas turun ke arah lobby sambil
bercanda dan agak berlari, tanpa saya sadari dari arah kiri (dari lab
Biokimia dan Patologi Klinik) muncul Prof drh.Djumantoro sehingga
beliau tertabrak saya sehingga terjatuh, saya tidak jatuh. Lalu saya
3. Kenangan dengan drh Surono (Alm.) dan drh. Sudarmadi
Drh Surono adalah dosen Ilmu penyakit dalam hewan besar dan drh.
Sudarmadi adalah dosen Ilmu penyakit dalam hewan kecil. Beliau berdua
juga sebagai Pembimbing Koas Klinik bagi mahasiswa yang melaksanakan
Koas Klinik. Pada akhir pelaksanaan Koas klinik mahasiswa wajib
melaksanakan seminar Kasus. Saya sampai hampir selesai pelaksanaan
Koas klinik ( kurang 3 minggu ) belum memiliki Kasus Ilmu penyakit
dalam yg harus di seminarkan, Ada beberapa Kasus yg saya tangani
prognosisnya adalah dubius atau infausta sehingga saya tidak berani
mengambil, saya dipanggil oleh drh. Sudarmadi, beliau bilang kenapa
kamu belum ambil Kasus itu kan banyak Kasus pada saat klinik keliling
didaerah Bantul saat bersama saya drh Sudarmadi) yang kamu tangani,
saya menyampaikan bahwa kasusnya sangat susah dan judisium dan
pelantikan Dokter hewan tinggal 2 minggu lagi saya tidak sanggup dok.
Eh beliau bilang Masak kamu kalah sama cewek itu Waznah Mulik aja
berani kok. Dibilang beliau seperti itu maka saya terpacu dan akhirnya
berani mangambil Kasus yg disarankan beliau yaitu Sapi yang mengalami
kurang napsu makan, mengalami susah berak, saat pelaksanaan seminar
klinik saya dibantai dengan gencar oleh drh Surono sampai saya tidak
bisa menjawab namun dengan gigihnya drh Sudarmadi menjawab semua
pertanyaan Dari drh Surono tersebut sehingga yang terjadi seperti
perdebatan antara drh Surono dengan drh Sudarmadi dan saya sebagai
penonton. Namun akhirnya saya dinyatakan lulus dan seminggu setelah
kejadian itu saya ikut dilantin sebagai Dokter hewan pada Desember
1979. Pada saat pelantikan drh.Surono menyalami saya denga tersenyum
dan berkata akhirnya kamu Dilantik juga ya, Terima kasih Alm.drh
Surono Terima kasih drh Sudarmadi jasa beliau tidak pernah saya
lupakan. Semoga Allah menerima Amal ibadah alm pak Surono dan diberi tempat
yang nyaman Aamiin YRA. Juga kepada pak drh Sudarmadi semoga selalu
diberi barokah dan kesehatan. Aaaminn YRA.
Dan satu Hal yang sampai saat ini tidak
pernah kulupakan adalah bila menjalani bulan ramadhan kita temen temen
deketnya selalu diajak ke kampungnya di Pakem untuk mengikuti acara
Nyadran/ bersih desa dengan acara utama adalah makan bersama di
pemakaman Desa, bagi kami anak kost adalah anugerah bisa makan enak
berprotein dan bervitamin dan merupakan penghematan anggaran makan,
Selamat jalan sahabat ku Drh.Kusmanto semoga kau bahagia dalam
penantian di alam kuburnya Aamiin YRA
Disampaikan oleh Kolonel (Purn) drh Djoko Walujo Budi Rahardjo
Ada 4 kenangan yang tidak pernah saya lupakan seumur hidup:
![]() |
| Saya memakai jas hitam krtika dilantik sbg dokter hewan |
1. Kenangan dengan Prof drh. Djumantoro dosen Biokimia.
Suatu hari tahun berapa saya lupa, sehabis kuliah di Lantai 2 gedung
FKH Sekip saya bersama teman bergegas turun ke arah lobby sambil
bercanda dan agak berlari, tanpa saya sadari dari arah kiri (dari lab
Biokimia dan Patologi Klinik) muncul Prof drh.Djumantoro sehingga
beliau tertabrak saya sehingga terjatuh, saya tidak jatuh. Lalu saya
bilang maaf Prof, tapi beliau marah sambil teriak-teriak siapa namamu,
siapa namamu! Mendengar itu saya jadi ketakutan. Saya lari
ke arah kanan terus belok kanan dan ngumpet di lab makanan ternak.
Terus terang saya ketakutan kalau ketahuan nama saya, takut dicing
oleh Prof sehingga saya tidak dapat lulus Biokimia. Untung beliau
tidak sampai tahu siapa saya dan saya lulus Biokimia dgn nilai bagus.Tapi yang
saya sesalkan sampai sekarang, saya belum sempat minta maaf sama beliau.
2. Kenangan dg Dr.drh Daryono.
Dr.drh Daryono merupakan dosen yang revolusioner yang mengetrapkan
ujian tidak usah ditungguin. Beliau memandang bahwa mahasiswa itu bukan
maling, dan beliau sangat membantu mahasiswa, saya sangat merasakan
bantuan beliau ini karena saya melakukan skripsi dibimbing oleh
beliau, beliau sangat simple namun sangat teliti, dalam bimbingan
beliau tidak berbelit belit hanya bertemu 2 kali beliau tanya kamu mau
meneliti apa. Saya sampaikan bahwa di Yogya ada penjualan sate Anjing
maka saya ingin meneliti gambaran Histo Patologi Ginjal anjing Kampung
yang di potong di daerah Yogya, beliau langsung menyetujui dan meminta
untuk segera melaksanakan pengambilan sample, dan beliau ikut membantu
dalam pembuatan preparat dan bila sudah berhasil jadi, beliau juga
membantu memotret preparat tersebut dengan slide film yang langsung
bisa dilihat dg slide projector, dan itu semua saya dan teman teman
mahasiswa yang dibimbing beliau tidak boleh ditarik biaya oleh pihak
laboratorium Patologi, karena beliau menyampaikan bahwa mahasiswa
sudah membayar SPP sehingga tidak boleh ditarik biaya lagi kalau
memakai fasilitas yang ada di Fakultas. Alhasil saya melaksanakan
skripsi dengan beaya yang minim, hanya beaya untuk menjilid dan cover
skripsi saja. Semoga arwah Dr.drh Daryono diterima Amal ibadahnya dan
diberi tempat yang nyaman dialam kuburnya Aamiin YRA
3. Kenangan dengan drh Surono (Alm.) dan drh. Sudarmadi
Drh Surono adalah dosen Ilmu penyakit dalam hewan besar dan drh.
Sudarmadi adalah dosen Ilmu penyakit dalam hewan kecil. Beliau berdua
juga sebagai Pembimbing Koas Klinik bagi mahasiswa yang melaksanakan
Koas Klinik. Pada akhir pelaksanaan Koas klinik mahasiswa wajib
melaksanakan seminar Kasus. Saya sampai hampir selesai pelaksanaan
Koas klinik ( kurang 3 minggu ) belum memiliki Kasus Ilmu penyakit
dalam yg harus di seminarkan, Ada beberapa Kasus yg saya tangani
prognosisnya adalah dubius atau infausta sehingga saya tidak berani
mengambil, saya dipanggil oleh drh. Sudarmadi, beliau bilang kenapa
kamu belum ambil Kasus itu kan banyak Kasus pada saat klinik keliling
didaerah Bantul saat bersama saya drh Sudarmadi) yang kamu tangani,
saya menyampaikan bahwa kasusnya sangat susah dan judisium dan
pelantikan Dokter hewan tinggal 2 minggu lagi saya tidak sanggup dok.
Eh beliau bilang Masak kamu kalah sama cewek itu Waznah Mulik aja
berani kok. Dibilang beliau seperti itu maka saya terpacu dan akhirnya
berani mangambil Kasus yg disarankan beliau yaitu Sapi yang mengalami
kurang napsu makan, mengalami susah berak, saat pelaksanaan seminar
klinik saya dibantai dengan gencar oleh drh Surono sampai saya tidak
bisa menjawab namun dengan gigihnya drh Sudarmadi menjawab semua
pertanyaan Dari drh Surono tersebut sehingga yang terjadi seperti
perdebatan antara drh Surono dengan drh Sudarmadi dan saya sebagai
penonton. Namun akhirnya saya dinyatakan lulus dan seminggu setelah
kejadian itu saya ikut dilantin sebagai Dokter hewan pada Desember
1979. Pada saat pelantikan drh.Surono menyalami saya denga tersenyum
dan berkata akhirnya kamu Dilantik juga ya, Terima kasih Alm.drh
Surono Terima kasih drh Sudarmadi jasa beliau tidak pernah saya
lupakan. Semoga Allah menerima Amal ibadah alm pak Surono dan diberi tempat
yang nyaman Aamiin YRA. Juga kepada pak drh Sudarmadi semoga selalu
diberi barokah dan kesehatan. Aaaminn YRA.
4. Kenangan dengan teman sahabat ku Alm.drh Kusmanto.
![]() |
| Jongkok ki-ka pakai jakaet almamater: Hadi Wardoko, Saya, Novi |
Drh. Kusmanto Almarhum adalah sosok sahabat yang hangat, orang ya
ceplas ceplos apa adanya, dia selalu mengingatkan sahabatnya Akan apa
saja baik jadwal kuliah,ujian maupun uang Bea siswa yang sudah turun
bagi temen temen deketnya yang terima Bea siswa, padahal dia tidak
menerima Bea siswa tapi selalu tahu bahwa Bea siswa sudah turun dan
mengajak temen yg Terima Bea siswa untuk segera ke Balairung UGM untuk
mengambil Bea siswa tersebut dengan sudah memberitahu temen temen
deket yang lain untuk ikut mengiringi mengambil uang Bea siswa yang
setelah uang Bea siswa selesai diambil maka Kusmanto yang mengambil
inisiatif memimpin rombongan untuk mengikuti dia biasanya langsung ke
Restoran Mbok Berek Adisucipto dan langsung pesan makanan untuk di
makan bersama rombongan dan yang membayar adalah temen yang baru
mengambil Bea siswa tersebut.
![]() |
| Alm drh Kusmanto paling kiri |
pernah kulupakan adalah bila menjalani bulan ramadhan kita temen temen
deketnya selalu diajak ke kampungnya di Pakem untuk mengikuti acara
Nyadran/ bersih desa dengan acara utama adalah makan bersama di
pemakaman Desa, bagi kami anak kost adalah anugerah bisa makan enak
berprotein dan bervitamin dan merupakan penghematan anggaran makan,
Selamat jalan sahabat ku Drh.Kusmanto semoga kau bahagia dalam
penantian di alam kuburnya Aamiin YRA
Disampaikan oleh Kolonel (Purn) drh Djoko Walujo Budi Rahardjo
RSS Feed
Twitter
18.26
SlametRiyadiSabrawi




Sorry pak Djoko, yg berjas hitam saat pelantikan itu ternyata drh Bambang Ariaji..hehe
BalasHapusTerima kasih Pak Djoko, senang bisa mendapatkan cerita tentang Alm. Drh. Kusmanto ayah saya. semoga menginsirasi saya dan seluruh keluarga kami.
Hapus